IPOL.ID – Warga Harapan Mulia RW 09, Kemayoran, Jakarta Pusat mengeluhkan kondisi air PAM yang tidak menyala tiap harinya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, cuci piring, cuci pakaian dan memasak. Warga mengandalkan membeli air pikulan yang harganya sangat menguras kantong.
Persoalan krisis air PAM diutarakan oleh Ketua RT 7 RW 9, Mali saat Reses (serap Aspirasi Masyarakat) Anggota DPRD DKI Jakarta, Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan Wa Ode Herlina, Kamis (12/2/2026) malam di RW 09 Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Air PAM di wilayah kami sama sekali tidak keluar. Tapi warga diwajibkan untuk bayar terus. Padahal air PAM kita tidak pakai. Bagaimana solusinya?,” ujar Ketua RT 7/RW 9, Kelurahan Harapan Mulia, Jakarta Pusat, Mali dalam menyampaikan aspirasinya.
Warga lainnya, Suryono ikut mengeluhkan kondisi air PAM di rumahnya yang tidak menyala. Padahal, kata dia persoalan matinya air PAM sudah disampaikan beberapa tahun lalu.
“Kalau alasannya pipa yang dipasang hanya ukuran 1-2 inci yang terpasang saat ini. Ganti dong dengan pipa ukuran 6 inci. Agar aliran air bisa mengalir ke rumah warga dengan benar,”katanya.
