Peristiwa tragis ini bermula dari aktivitas harian yang tampak biasa. Enok saat itu hendak menuju kamar mandi di rumahnya yang berdiri tepat di tepi Sungai Cijagra. Tanpa peringatan, lantai rumah di bagian belakang tiba-tiba runtuh. Korban langsung terjatuh dan terseret derasnya aliran sungai yang berada tepat di bawah struktur bangunan.
Diduga, arus Sungai Cijagra membawa tubuh Enok hingga bermuara ke Sungai Citarum. “Dari Cilame Kutawaringin, korban ditemukan di kawasan Jembatan BBS arah Cihampelas. Jaraknya cukup jauh,” kata Wahyudin.
Meski kondisi fisik jenazah telah mengalami perubahan akibat lama terbawa arus, pihak keluarga yang datang ke lokasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Enok. Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Desa Cilame untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Tragedi ini sekaligus menyoroti persoalan lama mengenai permukiman di bantaran sungai yang rawan tergerus, terutama saat kondisi tanah tidak stabil dan debit air meningkat.
