Apen menegaskan bahwa pihak desa telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu agresivitas macan tutul.
“Kami minta warga membatasi aktivitas di luar rumah dan tidak mendekati lokasi kemunculan satwa. Keselamatan manusia penting, tapi satwa ini juga harus dilindungi,” ujarnya.
Hingga siang hari, upaya pelacakan dan pengamanan masih berlangsung. Aparat belum memastikan apakah macan tutul tersebut telah kembali ke habitat alaminya atau masih berada di sekitar permukiman.
Kemunculan macan tutul jawa satwa endemik yang berstatus terancam punah di kawasan permukiman kembali menyoroti tekanan terhadap habitat alami di wilayah Bandung Selatan. Para pemerhati lingkungan menilai kejadian ini bukan semata insiden tunggal, melainkan sinyal terganggunya keseimbangan ruang hidup antara manusia dan satwa liar.(Vinolla)
