Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Pacitan, sirine tsunami tersebut dibangun pada tahun 2025 melalui dukungan program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).
Pada saat peninjauan, dilakukan uji coba bunyi sirine yang diaktifkan secara remote dari pusat pengendalian di Pusdalops BPBD Kabupaten Pacitan.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, uji coba ini dilakukan untuk memastikan keandalan sistem peringatan dini serta efektivitas mekanisme penyampaian peringatan kepada masyarakat.
“BNPB menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan DPR RI dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana sekaligus penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, guna mewujudkan masyarakat Pacitan lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
