Indra menambahkan bahwa proyek ini juga menjadi wujud sinergi strategis antara Pertamina Gas sebagai bagian dari Subholding Gas (SHG) dan Pertamina EP sebagai bagian dari Subholding Upstream (SHU), guna memastikan kesiapan infrastruktur midstream dalam mendukung kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
“Melalui proyek ini, Pertagas memastikan infrastruktur transmisi gas siap beroperasi secara andal dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan energi nasional, baik saat ini maupun ke depan,” katanya.
Dari aspek keselamatan, seluruh tahapan proyek dilaksanakan dengan standar HSSE yang ketat, mulai dari perencanaan hingga commissioning. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pertagas dalam menjaga keselamatan pekerja, keandalan aset, dan keberlanjutan operasi.
“Penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment yang ketat menjadi prioritas utama kami dalam setiap tahapan proyek,” lanjut Indra.
Pekerjaan konstruksi proyek dimulai pada akhir Agustus 2025 dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari enam bulan, dengan tahapan commissioning yang dilaksanakan secara aman dan terkendali pada Januari 2026. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas perencanaan teknis, disiplin operasional, serta pengendalian risiko yang komprehensif dalam pengelolaan aset infrastruktur energi strategis.

