Mandat Rakernas
Menanggapi pertanyaan wartawan, Ngatino menjelaskan, aksi yang dilakukan para pihak itu tidak mengganggu agenda Munas yang akan dilaksanakan mendatang. Hanya saja, informasi yang berkembang membuat bias para Pengprov. Namun, dia meminta semuanya tenang karena mekanisme yang diambil dan dilakukan PP PBI sudah merujuk pada ketentuan.
“Pertama, PP KBI kan ada Rakrenas, tanggal 1 Desember 2025. Dalam Rakernas itu jelas memandatkan, mengamanahkan kami untuk membentuk panitia. Panitia ada dua, panitia munas dan panitia penjaringan bakal calon ketua umum. Ini yang kita garis bawahi. Sehingga kalau Rakernas sudah mengamanah kepada kami, dan kami tidak melaksanakan itu, pasti kami salah,” ucapnya.
Menyinggung kemungkinan upaya silaturahmi itu untuk menggagalkan munculnya balon ketum yang menurut informasi sudah mengarah kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman, secara tidak langsung Ngatino menyatakan, awam bisa beranggapan seperti itu. Pasalnya, semua sudah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu penjaringan sudah berlangsung dan berakhir.
“Nanti tim penjaringan itu akan melaporkan pada forum. Ya mungkin infonya disampaikan, nanti. Apakah faktanya nanti akan muncul banyak calon atau tidak akan disesuaikan dengan dukungan yang ada. Nah, kalau ada yang lain setelah itu, silakan dijawab sendirilah,” katanya.
Karena itu Ngatino yang sudah mengurusi olahraga hampir 40 tahun mengimbau agar setiap informasi yang berkembang harus dilihat secara objektif, proporsional dan merujuk pada mekanisme konstitusional. Kemudian setiap langkah dan kebijakan selalu dilakukan berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
“Jangan sampai mengorbankan kick boxing yang sudah dibangun dari bawah dengan perjuangan berat. Empat tahun dulu siapa yang mau melihat kick boxing. Sekarang setelah melangkah sejauh ini hingga bisa dipertandingkan di SEA Games dan Asian Games mari kita jaga dengan baik,” tegas Ngatino yang juga pendiri KBI itu.
Ngatino mengingatkan, segala dinamika yang muncul pada olahraga kick boxing di Tanah Air terus mendapat pantuan dari Confederasi Kickboxing Asia (AKC) dan Asosiasi Kickboxing Dunia (WAKO) apalagi setelah adanya kagduhan pada SEA Games ke-32 Thailand 2025 lalu yang nyaris atlet Indonesia tidak bisa mendapat kalungan medali. Namun masalah itu bisa diselesaikan pengurus KBI dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau National Olympic Committee (NOC) of Indonesia.
