Penemuan ini langsung memicu kepedulian warga setempat. Tanpa menunggu lama, masyarakat bersama perangkat desa berupaya menggiring paus ke arah muara agar bisa kembali ke laut lepas. Dua unit speedboat dikerahkan untuk menarik tubuh raksasa tersebut.
Namun upaya tersebut tidak berjalan mudah. Bobot paus yang sangat besar serta kondisi perairan yang dangkal membuat mesin speedboat tak mampu menariknya lebih jauh. Paus bahkan sempat kembali terdampar di bibir Pantai Muara Sungai Somor.
“Sore kemarin bagian kepalanya sudah diarahkan ke laut. Tapi paus kembali lagi ke perairan dangkal,” ungkap Eka.
Kepala Dinas Perikanan OKI, Ubaidillah, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Koordinasi dilakukan dengan Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakabaring guna menentukan langkah penyelamatan yang tepat.
“Kendala utama adalah bobot paus yang sangat besar dan kondisi perairan yang dangkal. Kapal besar juga tidak bisa mendekat,” jelasnya.
