Hingga Senin (16/2/2026) pagi, tubuh paus tidak lagi terlihat di titik awal terdamparnya. Namun berdasarkan laporan petugas di lapangan, mamalia laut tersebut masih berada di sekitar kawasan perairan dangkal yang sama.
Peristiwa paus terdampar bukan kali pertama terjadi di perairan Indonesia. Faktor seperti perubahan arus laut, gangguan navigasi alami, hingga kondisi kesehatan satwa kerap menjadi penyebab mamalia laut besar masuk ke wilayah dangkal.
Saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus berkoordinasi untuk menentukan metode evakuasi yang lebih efektif. Harapannya, paus tersebut dapat kembali ke habitat alaminya di laut lepas sebelum kondisinya semakin melemah.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir Indonesia menyimpan dinamika ekosistem laut yang kompleks dan kepedulian warga menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan satwa liar yang tersesat di perairan dangkal.(Vinolla)
