Alwie menambahkan, partisipasinya di Garena Game Jam menjadi pengalaman berharga karena memberikan kesempatan berkompetisi dan belajar sekaligus. “Format kompetisi offline dan sistem karantina selama 2 hari membuat pengalaman ini berbeda, karena kami bisa saling mencoba karya tim lain dan mendapatkan masukan langsung dari tim Garena, termasuk dari tim Garena global, yang sangat membantu dalam proses pengembangan,”
Menyusul tim Lelesasa, Juara Kedua dan Juara Ketiga Garena Game Jam diraih oleh tim Potentially Functional dari Universitas Indonesia dengan game berjudul Fall Through dan tim Barista dari Institut Teknologi Bandung dengan game berjudul Get Flagged!. Sementara itu, penghargaan Most Creative Team diberikan kepada Muhammad Daannii, mahasiswa Politeknik Negeri Malang yang berpartisipasi sebagai solo player dengan karya berjudul No Cat Works as Expected.
“Saya sudah mendaftar Garena Game Jam dari edisi pertama, tapi tidak pernah lolos. Alhamdulillah, di tahun ini berhasil lolos dan malah berhasil dapat gelar Most Creative Team. Benar-benar di luar ekspektasi, apa lagi saya partisipasi sebagai solo developer,” ungkap Muhammad Daannii.
