“Bagi Jakarta peran BPKP itu sangat sentral dan kami sebagai institusi terus terang membuka diri seluas-luasnya untuk selalu diawasi, diatensi, dimonitor oleh BPKP,” tukasnya.
Pramono meyakini, sinergi pengawasan dengan BPKP akan membawa dampak positif di internal Pemprov DKI Jakarta maupun BUMD-nya.
“Saya yakin pasti di internal Balai Kota sendiri mereka juga akan merasa bekerja dengan aman dan dengan nyaman termasuk BUMD yang ada,” ujarnya.
Sementara, Yusuf Ateh mengatakan, dalam kerja sama ini BPKP akan berperan sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) agar terintegrasi dalam setiap kebijakan.
Selain itu, lanjut Ateh, BPKP juga mendorong peningkatan kualitas manajemen risiko sebagai early warning system, serta mengawal akuntabilitas dan efektivitas pembangunan.
“Kami bisa dan siap bantu Pak gubernur untuk memastikan bahwa setiap anggaran dikeluarkan oleh Pemprov DKI ini benar-benar punya hasil sehingga Jakarta dapat menjadi Kota Global dan Berbudaya sesuai yang dicita-citakan,” tutup Ateh. (Joesvicar Iqbal)

