Kolaborasi antara MUI dan BGN dinilai sebagai bentuk sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menyukseskan program strategis tersebut. Selain memastikan aspek pemenuhan gizi berjalan optimal, MUI juga berperan memberi perspektif keumatan dalam implementasinya.
Lebih dari 500 usulan yang telah masuk disebut sebagai bukti kuatnya antusiasme kalangan pesantren terhadap program MBG. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman masyarakat pesantren terhadap manfaat program.
“Ini menunjukkan gayung bersambut. Pesantren melihat program ini sebagai langkah strategis karena menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya generasi penerus,” tambahnya.
Dengan adanya Pokja MBG, MUI berharap proses koordinasi antara pesantren dan pemerintah semakin terstruktur, transparan, dan tepat sasaran, sehingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat. (ahmad)
