
Salah satu peserta aksi, dalam rekaman yang beredar di media sosial, menyatakan bahwa kebijakan perang hanya akan memperburuk kondisi global. Ia menegaskan bahwa masyarakat menginginkan solusi damai dan bukan konflik berkepanjangan.
Aksi serupa juga terjadi di New York, di mana ribuan orang melakukan long march di pusat kota. Aparat keamanan tampak berjaga untuk memastikan demonstrasi berlangsung tertib, meskipun sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.
Sejumlah pengamat menilai besarnya jumlah massa mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Tekanan terhadap pemerintah pun diperkirakan akan terus meningkat jika tuntutan demonstran tidak direspons.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi tersebut. Namun sebelumnya, Presiden Trump menegaskan bahwa kebijakan militernya dilakukan demi menjaga kepentingan nasional dan stabilitas global.
