IPOL.ID – Perang yang terjadi antara Iran dengan koalisi Israel-Amerika diakui berpengaruh pada harga daging di Jakarta. Hal itu dikarenakan pasokan daging impor Indonesia yang banyak berasal dari luar negeri, seperti Australia, Brasil dan India.
Karenanya, guna mengantisipasi lonjakan harga pasar, Dharma Jaya pun melakukan sejumlah strategi dalam menekan harga penjualan daging.
“Saat ini langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga. Dharma Jaya mulai membeli dari sapi-sapi lokal. Disamping kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa peternakan lokal di Jawa maupun di Lampung,” ujar Dirut Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, di acara buka bersama, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, saat ini kebutuhan daging di tanah air mencapai 95 berasal dari impor. Kebutuhan itu, sambungnya tidak hanya penduduk DKI Jakarta.
Dengan adanya gonjang-ganjing yang terjadi di Timur Tengah. Pembayaran harga daging yang menggunakan US Dollar secara otomatis mengalami kenaikan.
“Semua itu pembayarannya menggunakan US dollar. Jadi kalau geopolitiknya gonjang gajing dan US dollarnya menguat, maka harga pun juga pasti akan terpengaruh. Apalagi kita tahu semua bahwa sekarang di masa yang perang ini, katanya kan selat Hormuz ditutup. Itu mempengaruhi 25 persen pasokan minyak dunia. Jadi, saat ini pun juga minyak mengalami kenaikan. Kita berdoa mudah-mudahan ini bisa cepat selesai,” katanya.
