IPOL.ID – Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah diplomatik tegas dengan menangguhkan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace. Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong redanya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ia menekankan bahwa usulan ini bukanlah bentuk pengunduran diri, melainkan penundaan kewajiban sebagai daya tawar diplomasi.
“Bukan mundur. Kita tetap aja di situ. Lagi pula, Donald Trump kan sudah senang sama kita. Ya Alhamdulillah, kan. Nah, cuman dari dua, dua poin itu, ya kita kurangin separoh. Ya lah, menunda,” kata Jimly, Kamis (5/3).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan penangguhan tersebut harus didasarkan pada dua kondisi utama. Pertama, hingga perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mereda.
Kedua, hingga adanya kepastian jadwal pengakuan kedaulatan Palestina oleh Israel.
“Kita menyatakan menangguhkan kewajiban keanggotaan kita sampai dua hal. Satu, sampai perang Iran versus Amerika dan Israel ini reda. Yang kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel kepada kemerdekaan Palestina,” paparnya.
