Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap pemerintahan sah suatu negara bertentangan dengan hukum internasional dan nilai Pancasila.
“Maka, tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, ya kan, yang menganut Pancasila, ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan adil dan beradab, ini enggak bisa terima dengan pembunuhan biadab,” jelasnya.
Meski demikian, Jimly menilai sikap simpati saja belum cukup. Ia mendorong pemerintah mengambil langkah strategis yang lebih kuat dalam diplomasi internasional, terutama dengan memanfaatkan hubungan Indonesia yang dinilai cukup baik dengan Amerika Serikat.
“Mestinya enggak cukup dong. Kalau menurut saya sih ya, hubungan kita dengan Amerika sudah bagus sekali. Kalau mendengar pidato Donald Trump sesudah penandatanganan perjanjian-perjanjian Tarif, baik pengusaha Amerika maupun Presiden Donald Trump sendiri, waduh senang sekali,” katanya. (far)
