IPOL.ID – Langkah Presiden Prabowo Subianto menolak kontribusi finansial sebesar USD1 miliar atau setara Rp17 triliun untuk keanggotaan Board of Peace (BoP) menjadi pembahasan sejumlah media asing,
Sebelumnya muncul polemik di dalam negeri mengenai beban APBN dan skema biaya keanggotaan dalam lembaga perdamaian bentukan Amerika Serikat tersebut.
Sejumlah media internasional menyoroti langkah Indonesia yang memilih tidak memberikan kontribusi finansial untuk keanggotaan BoP, melainkan berfokus pada peran non-keuangan seperti pengiriman pasukan perdamaian dan bantuan kemanusiaan.
Media Malaysia, Bernama dalam laporannya menyebut Indonesia tidak pernah menjanjikan kontribusi sebesar Rp17 triliun.
Dalam klarifikasinya, Prabowo pada Minggu (22/3) menyatakan, “Karena itu, kami tidak pernah mengatakan ingin berkontribusi USD1 miliar.”
Bernama juga menggarisbawahi bahwa dalam proses awal, BoP hanya menanyakan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian, bukan meminta komitmen dana.
