Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyebut angka tersebut bukan kewajiban keanggotaan.
Indonesia juga tercatat tidak menghadiri pertemuan donor di Washington pada 19 Februari lalu, di mana negara-negara pendiri menjanjikan total USD17 miliar untuk rekonstruksi Gaza.
“Sejak awal ketika kami diundang bergabung, saya sudah mengatakan kami tidak pernah berkomitmen secara finansial sama sekali,” tegas Prabowo.
Sementara itu, Channel News Asia (CNA) menyoroti dinamika di dalam negeri yang sempat memunculkan kekhawatiran terkait beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam laporannya, CNA menyebut klarifikasi Prabowo bertujuan meredakan kekhawatiran publik tersebut.
Meski terdapat draf yang menyebutkan bahwa kontribusi besar dapat memberikan status anggota permanen, Prabowo memilih jalur berbeda.
“Ada dua jenis keanggotaan—jika ingin menjadi anggota permanen atau premium, diminta kontribusi USD1 miliar. Tapi saya tidak pernah mengatakan kita bersedia membayar itu,” ungkap dia.
