CNA juga menyinggung wacana sebelumnya yang sempat membuka kemungkinan penggunaan anggaran pertahanan sebagai sumber dana, yang membuat isu ini menjadi sensitif. Di sisi lain, media tersebut menyoroti kontribusi nyata Indonesia yang direncanakan melalui pengiriman hingga 8.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.
“Indonesia tidak masuk daftar kontributor finansial karena saya tidak menjanjikan uang. Tapi kami siap menyediakan pasukan penjaga perdamaian, dalam jumlah berapa pun yang dibutuhkan,” kata Prabowo.
Namun demikian, rencana pengiriman pasukan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah serta kebutuhan persetujuan dari berbagai pihak terkait.
Sementara itu, kantor berita Perancis, AFP, melihat keputusan ini sebagai langkah menjaga prinsip diplomasi agar tidak terjebak dalam sistem “pay-to-play”.
AFP juga mencatat tantangan geopolitik yang dihadapi Indonesia, termasuk kritik dari kelompok domestik terkait keterlibatan dalam BoP di bawah pengaruh Donald Trump.
