Ia menyebut pelanggan tersebut memarahi kepala dapur restoran dan melontarkan ancaman. Situasi semakin memanas ketika pria yang datang bersamanya ikut masuk ke area dapur. Dalam rekaman CCTV yang beredar, pria tersebut terlihat memukul lemari pendingin dan menunjuk-nunjuk staf restoran dengan nada emosi.
Meski menghadapi tekanan dari pelanggan, staf restoran disebut tetap mencoba menjalankan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. Setelah keributan mereda, pasangan tersebut dilaporkan meninggalkan restoran sambil membawa pesanan yang belum dibayar.
Jumlah pesanan yang dibawa terdiri dari 11 bungkus makanan dan tiga minuman dengan nilai sekitar Rp530 ribu. Salah satu staf bahkan sempat mengejar hingga ke area parkir untuk menagih pembayaran. Namun menurut keterangan yang dibagikan Nabilah, pasangan tersebut diduga mengeluarkan ancaman sebelum meninggalkan lokasi.
Belakangan, pasangan yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui berinisial ZK dan ER. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Hingga saat ini, proses hukum terkait kasus tersebut masih berjalan.(Vinolla)
