“Karenanya inovasi dan efisiensi menjadi kunci agar kedua fungsi tersebut dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan,” paparnya.
Dalam evaluasinya, Ryan menilai terdapat sejumlah BUMD yang telah menunjukkan kinerja cukup baik dalam memaksimalkan PSO sekaligus tetap berkontribusi terhadap pendapatan daerah.
Salah satunya adalah PT Bank DKI yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara fungsi layanan publik melalui pembiayaan UMKM dan kontribusi dividen yang relatif stabil ke kas daerah.
“PT PAM Jaya juga dinilai mulai menunjukkan peningkatan layanan cakupan air bersih yang berdampak langsung pada masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam efisiensi operasional,” katanya.
Sementara itu, sektor transportasi seperti PT Transportasi Jakarta dinilai memiliki dampak sosial yang besar melalui layanan angkutan massal berbasis subsidi.
Namun, lanjutnya lagi masih perlu strategi untuk meningkatkan aspek komersial agar tidak sepenuhnya bergantung pada PSO.
“TransJakarta memiliki dampak luar biasa dalam mengurangi kemacetan dan polusi, tetapi inovasi pendapatan non-tiket harus diperkuat,” kata Ryan.
