Berdasarkan data terkini, sebagian besar ekspor Indonesia mengalir ke kawasan lain seperti AsiaTimur (36,4%), Asia Tenggara (20,8%), Amerika Utara (11,5%), Asia Selatan (9,6%), dan Eropa Barat(5,7%), sehingga dinamika ekonomi di kawasan-kawasan tersebut tetap menjadi faktor yangmenentukan bagi kinerja ekspor nasional.
Head of Indonesia Eximbank Institute Rini Satriani mengatakan bahwa perkembangan konflik dan implikasinya terhadap perdagangan global terus dipantau, terutama terkait stabilitas jalur energi internasional.
“Kami memonitor secara cermat dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk keamanan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu arteri utama perdaganganenergi dunia,” ujar Rini.
Kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam sistem energi global karena menyumbang lebih dari 30% produksi minyak dunia, sementara sekitar 20–30% perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz. Gangguan pada jalur ini dapat dengan cepat memengaruhi harga energi internasional sekaligus meningkatkan biaya logistik perdagangan global.
