“Secara keseluruhan, kenaikan harga komoditas energi dan agro dapat membantu menopang kinerjaekspor Indonesia dalam jangka pendek. Namun volatilitas pada komoditas logam dan sektor industri tetap perlu diantisipasi, terutama jika perlambatan ekonomi global terjadi lebih dalam,” tambah Rini.
Dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas serta kondisi perdagangan global, eksporIndonesia pada 2026 diperkirakan masih dapat tumbuh pada kisaran 4–5%, dan berpotensi meningkat menjadi sekitar 5–6% pada 2027, dengan catatan permintaan global pulih secara bertahapdan meredanya tensi geopolitik. (Yudha Krastawan)
