“Di gim kedua dan ketiga saya bisa bounce back, saya bisa melawan diri saya. Rasa ragu-ragu yang ada di dalam diri saya,” tambah juara Indonesia Masters 2026 itu.
Dikatakannya, beberapa pemain ungulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan.
“Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan, semua mempunyai kesempatan menang yang sama jadi siapa yang lebih siap dia yang akan memenangkan pertandingan,” pungkas Alwi. (ahmad)
