“Dua medali emas bukan hanya sekedar kemenangan tapi simbol Dari perjalanan panjang penuh latihan Dan pengorbanan. Medali hanya kesenangan sementara tapi pengalaman berharga yang akan saya ingat seumur hidup. Dan, saya juga senang bisa membawa harum nama bangsa dan negara di ajang event internasional,” kata Clara.
“Saya juga senang dan bersyukur akhirnya bisa dapat medali Emas untuk tim Indonesia. Impian ke depannya bisa pertahankan dan meningkatkan prestasi di tingkat nasional dan internasional,” timpal Jenny Ngaserin yang berasal dari DKI Jakarta.
Di nomor Sanda, Kiemas Sakti Negara gagal mempertahankan medali emas yang diraihnya pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024. Kiemas harus puas mendapat medali perunggu setelah kalah dari Karen Sahakyan dari Armenia di babak semifinal kelas 54kg putra.
Kekalahan yang sama juga dialami Adriana Rosa Aurelia saat menghadapi Thi Bao Linh Tran dari Vietnm dalam pertandingan babak semifinal kelas 52kg putri. Aurielia harus puas dengan medali perunggu.
“Kita harus akui persaingan di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 memang sangat ketat. Yang pasti, Kiemas dan Aurella sudah berjuang maksimal sepanjang pertarungan,” kata Manajer Timnas Indonesia khusus Sanda, Sudarsono. (bam)
