“Kami berharap melihat Mojtaba juga dalam bentuk tertentu. Dia tidak memanfaatkan kesempatan dan tradisi tersebut,” ujar seorang pejabat AS kepada Axios.
“Ini adalah pertanda buruk,” tambahnya.
Direktur CIA, John Ratcliffe, dan Direktur Badan Intelijen Pertahanan, Jenderal James Adams, dalam kesaksiannya di Kongres menyebutkan bahwa meski rezim Iran belum runtuh, terdapat indikasi krisis komando yang mendalam.
Intelijen Barat meyakini Mojtaba masih hidup karena adanya bukti permintaan pertemuan tatap muka dari sejumlah pejabat Iran, meski pertemuan tersebut selalu gagal terlaksana karena alasan keamanan.
“Kami tidak memiliki bukti bahwa dialah yang benar-benar memberi perintah,” kata seorang pejabat senior Israel kepada Axios.
Raz Zimmt, pakar dari Institut Studi Keamanan Nasional Tel Aviv, menilai Mojtaba kemungkinan besar beroperasi di balik layar.
“Dalam keadaan luar biasa saat ini, kita tidak bisa mengharapkan dia untuk tampil di depan umum dan mungkin saja cedera yang dialaminya bahkan tidak memungkinkan dia untuk merilis video rekaman agar tidak memperlihatkan kepada publik seberapa parah kondisinya,” kata Zimmt. (far)
