Komisi III meminta aparat penegak hukum segera mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan menelusuri kemungkinan adanya dalang atau aktor intelektual di balik serangan ini. Transparansi kepolisian dalam kasus ini dinilai krusial untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berpendapat.
“Kepolisian harus bekerja profesional dan akuntabel. Ungkap siapa pelakunya dan siapa yang berada di baliknya. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum,” kaat Gus Abduh.
Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, tepatnya di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), pada Kamis (12/3) tengah malam.
Andrie baru saja menyelesaikan rekaman podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Tak lama setelah keluar, ia diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan air keras, menyebabkan luka bakar serius di wajah, mata, dada, serta kedua tangan, dengan luas luka mencapai 24 persen dari tubuhnya. (far)
