Ia menjelaskan bahwa pada Maret, curah hujan umumnya masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, bahkan berpeluang sangat tinggi di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah. Memasuki April, curah hujan diperkirakan masih dalam kategori menengah hingga tinggi, dengan peluang sangat tinggi di Papua Tengah.
Sejumlah dinamika atmosfer masih aktif memengaruhi cuaca pada periode pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini. Selain pengaruh Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer turut berkontribusi. BMKG juga menyoroti potensi pembentukan bibit siklon tropis, khususnya di wilayah selatan Indonesia, seperti Bibit Siklon 90S yang saat ini terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Terkait proyeksi kondisi hujan pada periode Idulfitri (1-31 Maret 2026), BMKG membaginya dalam tiga fase. Pada rentang 1-10 Maret 2026, meski didominasi hujan ringan-sedang, terdapat peluang hujan sedang hingga lebat di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
