“Bahkan, sekarang ini ada warga kita yang sebenarnya sudah kreatif dalam menangani isu sampah di Jakarta. Bukan cuma sekadar membersihkan sampah, tapi sampah-sampah itu juga didaur ulang menjadi barang-barang lainnya, sehingga punya manfaat perekonomian,” sambungnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Jakarta menghasilkan sekitar 9 ribu ton sampah setiap harinya per tahun 2025.
Di mana, Jakarta memiliki 2.867 fasilitas bank sampah, tetapi hanya 421 fasilitas komposting dan 8 fasilitas produk kreatif lainnya.
“Pengusaha-pengusaha seperti itu lah yang perlu mendapatkan dukungan dari Pemprov DKI. Dimulai dari pendampingan-pendampingan bagi warga yang tertarik untuk memulai usahanya sendiri, sampai dengan kemudahan birokrasi serta bantuan-bantuan teknis lainnya ketika sudah berjalan,” terusnya.
Kali ini, Josephine mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk menyusun dan melaksanakan sistem pengolahan sampah yang efektif bersama dengan masyarakat. “Perlu ada keseriusan dari Pemprov DKI sekarang. Mau sampai kapan lagi kita kewalahan menghadapi permasalahan ini,” imbuhnya.
