Karenanya, DPRD DKI telah meminta Gubernur Pramono Anung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan guna memastikan stok tetap terkendali.
Meski mengakui adanya kekhawatiran, Khoirudin menyebut hingga kini belum ada dampak signifikan terhadap pasokan pangan di ibu kota. Ia menekankan pentingnya menjaga cadangan strategis.
“Biasanya saat Idulfitri, stok beras di gudang harus mencapai 12.500 ton. Peredaran minimal 30 ribu ton, dan itu harus aman untuk 2 hingga 3 bulan ke depan,” ungkapnya.
Rencananya, Khoirudin bakal turun langsung melakukan sidak dalam waktu dekat untuk mengecek ketersediaan beras di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat menjamin stabilitas pasokan dan mencegah gejolak harga di tengah ketidakpastian global. (sofian)
