Ia juga menegaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi tidak membebani anggaran negara, karena tidak mendapatkan subsidi pemerintah.
“Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali,” paparnya. (far)
