“Password dan OTP tak lagi dapat menjadi satu-satunya cara verifikasi yang aman, mengingat maraknya kebocoran data serta berbagai teknik penipuan yang terus berkembang,” tukas Niki.
“Karena itu, perangkat yang kita miliki (what you have) serta identitas biometrik (who you are) perlu dilindungi dan dimanfaatkan sebagai lapisan keamanan tambahan. VIDA menerapkan pendekatan layered defense yang memperkuat perlindungan perangkat sekaligus menghadirkan verifikasi berbasis biometrik untuk membangun rasa aman dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” tambahnya.
Selain menghadirkan solusi teknologi, VIDA juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat akan bahaya penipuan digital. VIDA menekankan bahwa kesadaran masyarakat tetap menjadi garis pertahanan pertama.
“Melalui kampanye #JanganAsalKlik, VIDA mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap setiap pesan digital yang meminta mereka mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi,” tutup Niki. (Joesvicar Iqbal)
