Selain produk sandang, peningkatan konsumsi juga terjadi pada produk penunjang penampilan, termasuk kosmetik dan perawatan diri. Hingga akhir periode 2024, kontribusi industri kosmetik mengalami pertumbuhan sebesar 4,3 persen dan kinerja ekspor mencapai USD 382,4 juta.
“Momentum Ramadan harus juga kita manfaatkan untuk mendorong belanja produk dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan turut menjaga keberlangsungan industri, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” tutur Menperin.
Pemerintah juga terus mendongkrak peningkatan daya saing industri melalui penguatan kebijakan substitusi impor, fasilitasi investasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengembangan industri berbasis inovasi dan sertifikasi, termasuk sertifikasi halal. Upaya tersebut dilakukan agar industri nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.
