“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini. Terus terang, jika perusahaan harus menanggung seluruh santunan ini sendiri tentu akan sangat berat. Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan kami merasa sangat terbantu, terlebih dengan adanya beasiswa bagi anak almarhum sehingga bisa menjadi dukungan bagi masa depan keluarga yang ditinggalkan” ujar Tri Adi.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta yang ikut turut serta dalam prosesi penyerahan simbolis manfaat program jaminan BPJS Ketenagakerjaan juga turut serta menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi ini. Ia menyebutkan penyerahan ini sekaligus sebagai bukti bahwa pentingnya keikutsertaan pekerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja dan keluarga,” kata Deny.
Deny menyebutkan saat ini fokus utama dalam program perluasan kepesertaan di DKI Jakarta saat ini adalah pekerja informal yang tidak mendapatkan upah pasti namun memiliki penghasilan dan resiko dalam pekerjaannya. “Tentunya, kegiatan ini meyadarkan kita bahwa BPJS Ketenagakerjaan itu penting, tidak hanya melindungi diri ketika tidak dapat bekerja, namun juga melindungi keluarga dari resiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian.” pungkas Deny. (msb/dani)
