Menurut Firjal, keberadaan para jurnalis di tribun stadion saat pertandingan berlangsung masih sesuai dengan aturan karena mereka menggunakan ID Card resmi peliputan.
“Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas. Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” ujarnya.
Sementara, pihak Malut United belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan permintaan penghapusan video kepada wartawan.
Organisasi wartawan sepak bola Indonesia yang berpusat di Jakarta, PSSI Pers, juga turut buka suara.
“PSSI Pers mengutuk keras tindakan intimidasi terhadap wartawan yang bertugas dalam pertandingan Malut United Vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3).”
“Kami meminta seluruh pihak, baik suporter maupun klub dan ofisial tim, untuk menghormati kerja wartawan serta menjaga profesionalisme demi terciptanya iklim sepak bola yang sehat, terbuka, dan saling menghormati,” demikian pernyataan PSSI Pers.
Dalam pertandingan tersebut Malut United yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tim tamu PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. (bam)
