Peningkatan aktivitas transaksi ritel di channel digital BRI tercermin pada pertumbuhan pengguna dan transaksi melalui BRImo. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo tercatat 45,9 juta atau tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun atau meningkat 26,4% YoY,” ujar Aquarius.
Untuk segmen menengah, komersial dan korporasi, BRI terus memperkuat layanan transaction banking BRI untuk kebutuhan cash management dan transaksi end-to-end melalui Qlola. Per Desember 2025, pengguna aktif Qlola mencapai 113,0 ribu atau tumbuh 48,1% YoY, sejalan dengan sales volume yang meningkat 36,2% YoY menjadi Rp13.456 triliun.
Perseroan juga terus memperluas akseptasi pembayaran di merchant. Hal tersebut berdampak kepada volume penjualan merchant naik 48,1% yoy menjadi Rp223,2 triliun. Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama, sales volume naik 100% yoy menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5% yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi,” ujarnya.
Hery menambahkan bahwa BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital hingga peningkatan layanan business merchant untuk mendukung pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.
