Rekaman tersebut juga sempat diperlihatkan kepada keluarga pelanggan. Menurut Echa, keluarga pelanggan justru mengakui bahwa yang terlihat dalam rekaman memang hanya satu gelang.
Meski demikian, pelanggan tetap bersikeras bahwa dirinya memakai dua gelang yang menurutnya tampak menyatu saat dikenakan.
Pada malam hari setelah kejadian, pelanggan kembali mendatangi lokasi dan meminta agar kantong pakaian A diperiksa. Ia mengaku curiga karena melihat A terlihat gugup saat kejadian siang hari.
Permintaan itu kemudian dipenuhi oleh pihak pengelola. Pemeriksaan terhadap seluruh kantong pakaian A dilakukan di hadapan pelanggan, namun tidak ditemukan gelang yang dimaksud.
Echa menjelaskan, sikap gugup A diduga karena remaja tersebut baru pertama kali bekerja dan merasa tertekan menghadapi tuduhan yang serius.
“Dia sampai gemetar dan menangis. Itu pertama kalinya dia menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.
Pada hari berikutnya, Selasa (3/3/2026), pelanggan kembali datang ke lokasi dan bertemu dengan pemilik usaha kursi pijat serta A. Dalam pertemuan tersebut, pelanggan kembali meminta A untuk mengakui perbuatannya.
