Dia menyoroti tindakan pria tersebut yang membuat konten di dalam dapur tanpa memperhatikan standar higienitas, seperti kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD).
“Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya,” katanya.
BGN juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas SPPG milik pria tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis, termasuk tata letak dapur dan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Buntut dari pelanggaran juknis tersebut, BGN memutuskan untuk menonaktifkan sementara SPPG tersebut.
“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” katanya. (far)
