“Supaya semua masyarakat terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati, bisa mengikuti perayaan Idulfitri 1447 Hijriah lebih baik dan lebih hikmat,” tambahnya.
Huntara komunal tersebut dihuni 155 Kepala Keluarga (KK) berasal dari kawasan tersebut.
Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan tempat tinggal mereka rusak akibat banjir besar pada akhir November 2025 lalu. Lahan berdirinya rumah juga tidak memungkin lagi untuk pendirian hunian pascabencana.
“Mereka tidak memiliki tanah lagi sehingga Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berusaha untuk mencari tempat untuk relokasi terpusat,” kata Suharyanto.
Pemerintah daerah setempat menyampaikan, sebagian besar lahan yang sekarang dijadikan huntara itu nanti jadi huntap karena memang keterbatasan lahan.
“Nanti teknisnya adalah mungkin setelah program huntap ini, paling tidak setelah awal April ini masuk rehabilitasi rekonstruksi. Kami akan mulai pembangunan huntap. Khusus di Gayo Lues ini agak berbeda dengan daerah lain,” jelas Suharyanto saat kunjungan didampingi Bupati setempat.
