IPOL.ID – Genap satu bulan setelah insiden penyiraman air keras yang menimpanya, aktivis KontraS, Andrie Yunus mengirimkan surat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus yang dialaminya.
Surat yang ditulis tangan itu dibawa oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk diserahkan kepada Prabowo, Jumat (17/4).
Perwakilan koalisi juga sempat membacakannya di depan gerbang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Melalui baris-baris kalimatnya, Andrie menagih janji negara dalam melindungi warga negaranya dari teror.
Dalam suratnya, Andrie mempertanyakan perkembangan penyidikan yang dianggap jalan di tempat. Meski peristiwa yang ia sebut sebagai “percobaan pembunuhan berencana” itu sudah berlalu satu bulan, belum ada tanda-tanda aktor intelektual di balik serangan tersebut tersentuh hukum.
“Surat ini saya tulis karena saya nilai hingga saat ini belum ada kemajuan dan kemauan serius dalam penuntasan kasus ini,” tulis Andrie dalam penggalan suratnya.
