“Jika Jakarta membuka kembali ruang iklan rokok, maka Jakarta tak hanya mundur, tapi keluar dari arus global kota sehat,” ujar Tubagus.
Apa yang akan terjadi? Menurut Tubagus, dampak nyatanya yaitu anak dan generasi muda sebagai Target. Berbagai studi global dan nasional menunjukkan bahwa paparan iklan rokok meningkatkan kemungkinan anak mulai merokok. Iklan luar ruang adalah salah satu bentuk promosi paling agresif dan sulit dihindari, industri secara konsisten menargetkan kelompok usia muda sebagai pasar pengganti.
“Membuka kembali iklan rokok sama dengan membuka kembali pintu rekrutmen perokok baru,” ujarnya.
Seharusnya preseden kebijakan tidak boleh dihancurkan. Selama lebih dari 10 tahun, Jakarta telah membangun norma sosial bahwa iklan rokok tidak pantas di ruang publik, memberikan perlindungan nyata bagi anak dan masyarakat, menjadi rujukan bagi daerah lain.
Menurutnya, membalik kebijakan ini akan menciptakan preseden berbahaya bahwa kebijakan kesehatan publik dapat dengan mudah dikompromikan oleh kepentingan industri.

