Konferensi internasional ARCH:ID akan berlangsung selama dua hari dan terbagi dalam dua sesi, yaitu The Urban Forum dan The Architectural Forum. Forum ini menghadirkan figur-figur berpengaruh dari berbagai belahan dunia yang relevan dengan tantangan arsitektur dan kota masa kini.
Florence Chan (KPF, Hong Kong) membawa pengalaman proyek berskala global dengan fokus pada dinamika ruang publik. Manuelle Gautrand (Prancis) dikenal melalui karya yang memadukan inovasi dan warisan lokal. Sementara itu, Marina Tabassum (Bangladesh), peraih Aga Khan Award for Architecture, mengusung pendekatan yang responsif terhadap iklim dan berorientasi sosial.
Dari Singapura, Agnes Soh melengkapi perspektif melalui praktik arsitektur lanskap yang berperan penting dalam membentuk kota yang resilien dan layak huni.
Dari Indonesia, Irene Umar dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Diana Kusumastuti dari Kementerian PUPR menghadirkan sudut pandang kebijakan dan pembangunan nasional. Sementara itu, Isha Hening sebagai visual artist dan Helen Agustine sebagai arsitek membawa energi generasi kreatif yang mengeksplorasi batas baru antara seni, ruang, dan arsitektur kontemporer.
