“Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan bukan hanya sebuah tema, tetapi sebuah mindset shift yang sangat kita butuhkan. Lebih dari sekadar mendesain bangunan, ini tentang membangun ekosistem kolaboratif dan menjembatani batas antar disiplin untuk menciptakan bahasa bersama dalam perancangan kota,” ujar Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia.
Dengan komposisi ini, ARCH:ID 2026 tidak sekadar menjadi forum berbagi gagasan, tetapi juga ruang pertemuan ide-ide penting yang membentuk masa depan lingkungan binaan dari skala global hingga lokal, dari kebijakan hingga praktik kreatif.
Platform B2B untuk Inovasi dan Kolaborasi
Sebagai pameran B2B yang dikurasi, ARCH:ID menjadi platform strategis untuk peluncuran produk, pertukaran wawasan, serta pengembangan jejaring profesional. Pameran ini mendorong kolaborasi antara brand, arsitek, dan praktisi lintas disiplin guna meningkatkan kualitas desain dan strategi komunikasi.
Kategori produk yang ditampilkan mencakup renewable dan sustainable architecture, smart building, modular solutions, hingga BIM (Building Information Modelling), serta berbagai produk arsitektur, interior, material bangunan, dan finishing.
