Menurutnya ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan perjalanan pembentukan diri—yang dampaknya akan terasa jauh melampaui panggung pertunjukan.Setiap aksi menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya kaya talenta, juga berani tampil dan berekspresi di hadapan publik.
“Lebih dari sekadar kompetisi, Penaburmesia menghadirkan ruang pembelajaran yang membentuk karakter. Rasa gugup, percaya diri, hingga kebanggaan menjadi bagian dari proses yang dialami para peserta,” paparnya.
Ketua Panitia Penaburnesia 2026, Clara Yunita, mengaku terkesan dengan semangat para orang tua siswa yang datang hadir menyaksikan acara tersebut.
“Semangat para orang tua di sini bahkan mengalahkan dukungan suporter sepak bola! Melihat wajah-wajah ceria adik-adik peserta, lelah kami selama persiapan seketika hilang dan berganti menjadi rasa bangga,” ujar Yunita
Menurutnya memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2020, Penaburnesia terus berevolusi. Tidak lagi berfokus semata pada capaian akademik atau Computer – Assited Test (CATI, ajang ini kini menitikberatkan pada eksplorasi bakat dan minat siswa.
