“Kalau kita lihat, sekarang sudah hampir tiga minggu setelah Idul Fitri, tapi ini masih bagian dari Syawal. Maknanya, Lebaran Betawi yang awalnya ada di keluarga dan komunitas bisa diperluas ke tingkat pemerintah daerah hingga nasional,” ujarnya.
Tidak hanya itu, penyelenggaraan Lebaran Betawi menjadi ruang untuk mengakomodasi seluruh elemen masyarakat. “Di lebaran Betawi Ini, semua terakomodir dari personal, keluarga, hingga komunitas. Bahkan unsur lintas agama juga bisa hadir dalam perayaan ini,” katanya.
Diharapkannya, lebaran betawi yang diselenggarakan pada 2026 menjadi destinasi budaya bagi masyarakat Jakarta.
“Harapannya ini menjadi destinasi budaya. Ada kuliner Betawi yang disuguhkan, ada pentas budaya, dan didukung pemerintah daerah. Ini bisa menjadi kekayaan budaya Jakarta,” tandasnya. (Sofian Ismanto)
