Atas peristiwa tersebut, sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) rumahnya terdampak. Dari jumlah rumah terdampak, sedikitnya 18 rumah mengalami rusak berat, empat rumah dan satu jembatan hanyut.
Sementara, situasi terkini pascaangin kencang di Wilayah Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (22/4), telah kondusif menurut laporan BPBD setempat pada Jumat (24/4) kemarin.
Data dampak terakhir yang tercatat menyebutkan 11 rumah warga rusak ringan dan dua lainnya rusak sedang.
“Tidak ada laporan adanya korban jiwa. Warga yang rumahnya terdampak telah melakukan pembersihan dan perbaikan darurat,” ujar Abdul.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor, Abdul menyampaikan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada.
Peringatan dini cuaca ekstrem masih akan berpotensi terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat untuk sebagian besar wilayah Indonesia.
“Ini berpotensi terjadi pada hari ini, Sabtu (25/4) hingga lusa Senin (27/4)”.
