Mu’minati menambahkan bahwa keberadaan agen Perisai sebagai warga setempat memberikan nilai tambah dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Mu’minati menyebut pendekatan personal ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kepesertaan, “Agen Perisai menjadi ujung tombak karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di lingkungannya,” ungkap Mu’minati.
Mu’minati menjelaskan bahwa program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberikan perlindungan yang terjangkau bagi pekerja sektor informal dengan iuran yang relatif ringan. Mu’minati menyebut iuran mulai dari Rp16.800 per bulan untuk dua program dasar, dengan manfaat perlindungan maksimal bagi peserta dan keluarganya, “Dengan iuran yang terjangkau, peserta mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja tanpa batas biaya perawatan sesuai indikasi medis,” ujar Mu’minati.
Mu’minati menilai profesi Agen Perisai memiliki prospek yang menjanjikan karena selain membantu masyarakat mendapatkan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, juga memberikan peluang penghasilan berbasis kinerja. Mu’minati mengungkapkan sejumlah agen bahkan mampu melampaui target bulanan yang ditetapkan, “Mereka yang konsisten mencapai target juga memperoleh penghasilan dari fee yang telah ditetapkan,” tutur Mu’minati.
