Lebih lanjut, Ryan menekankan bahwa optimalisasi peran BUMD akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan fiskal daerah. Dengan kinerja yang sehat dan produktif, BUMD dapat menjadi sumber pendanaan alternatif yang signifikan bagi APBD DKI Jakarta.
“Jika BUMD dikelola dengan baik, kontribusinya terhadap APBD bisa meningkat drastis. Ini akan mempercepat pembangunan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah,” harapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi harmonis antar-BUMD dan antara BUMD dengan Pemprov DKI Jakarta. Dikatakanya, tanpa koordinasi yang solid, potensi besar yang dimiliki BUMD dikhawatirkan tidak akan optimal. “Khususnya dalam mendukung agenda besar Jakarta sebagai kota global,” imbuhnya.
Mengusung tema “Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi dalam Ekosistem Jakarta Global City”, forum ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas BUMD dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Sejumlah isu strategis menjadi sorotan utama dalam forum tersebut. Di antaranya, penguatan sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, optimalisasi peran penjaminan oleh Jamkrida Jakarta, hingga pemanfaatan aset BUMD yang selama ini dinilai belum maksimal.
