Kariernya di BRI terus berkembang. Setelah menjalani sekitar 20 bulan sebagai customer service, ia berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi Mantri BRI di wilayah Ranteangin pada 2024.
Ranteangin merupakan wilayah pegunungan dengan kondisi geografis yang menantang. Jalan menuju desa-desa di kawasan tersebut sebagian besar masih berupa tanah dan batu, sehingga hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor.
“Wilayah desanya banyak kebun cengkeh, jadi rumah-rumah warganya jauh satu sama lain, yang dipisahkan oleh kebun cengkeh yang luas. Kalau mau ketemu nasabah satu ke yang lain, kita harus jalan jauh dulu. Ada juga yang wilayahnya mendaki jadi nggak bisa diakses motor. Kira-kira bisa 1-2 km jalan kaki dari satu rumah ke rumah lain,” cerita Mispa.
Saat hujan turun, tantangan semakin berat. Jalan tanah yang licin membuat perjalanan menjadi lebih sulit. Di masa awal bertugas sebagai Mantri BRI, kondisi tersebut sempat membuatnya hampir menyerah.
“Sempat mau menyerah. Tapi setelah itu, mungkin ada jalannya sendiri. Besok paginya tiba-tiba semangat lagi untuk bekerja. Selain itu, yang bikin saya semangat juga karena nasabah-nasabahnya yang sangat baik menyambut saya. Bahkan waktu itu ada nasabah yang bilang kalau saya jangan mutasi dulu, tetap di sini saja sampai bertahun-tahun. Itu yang jadi sumber semangat saya juga,” kenang Mispa.
