Sebagai Mantri BRI, Mispa tidak hanya bertugas memberikan layanan perbankan, tetapi juga menjadi penggerak inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat. Sebagian besar warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani cengkeh yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Selain melayani nasabah perorangan, Mispa juga mendampingi sebuah klaster usaha yang memproduksi minuman herbal berbahan tanaman rimpang bernama Gujames.
“Selain nasabah perorangan, saya juga membina klaster usaha minuman herbal berbahan rimpang dengan memberikan bantuan modal, edukasi pemasaran, serta pendampingan e-commerce. Saat ini, klaster tersebut telah berkembang dengan kemasan yang baik, memiliki sertifikat halal MUI, dan dipasarkan hingga ke luar wilayah desa,” jelasnya.
Selama menjadi Mantri BRI, Mispa menghadapi tantangan rendahnya literasi keuangan masyarakat, di mana masih banyak warga yang belum terbiasa menggunakan layanan perbankan digital dan menyimpan uang tunai di rumah. Baginya, peran sebagai Mantri bukan sekadar profesi, tetapi juga kesempatan untuk berkembang sekaligus memberi dampak.
