Dengan tekad tersebut, ia mencoba mengikuti seleksi internal untuk posisi tenaga pemasar. Perjalanan ini ternyata tidak mudah. Berkali-kali ia harus menghadapi kegagalan. Namun kegagalan itu tidak membuat semangatnya padam. Hany terus mencoba hingga akhirnya pada tahun 2025, setelah enam kali mengikuti seleksi, ia berhasil lolos dan dipercaya mengemban tugas sebagai Mantri BRI.
Menjadi Mantri BRI berarti harus siap turun langsung ke lapangan. Bagi Hany, tugas ini membawa tantangan baru yang tidak ringan, terutama terkait kondisi geografis wilayah kerjanya.
“Saya ditempatkan di Unit Elat. Kota Elat di Pulau Kei Besar ini memiliki 115 desa dan 5 kecamatan. Beberapa wilayah di sini akses jalannya masih belum bagus. Tidak semua jalan beraspal. Di wilayah barat dan timur, jalannya masih belum beraspal. Bahkan, kalau kami bilang sangat tidak layak dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” terang Hany.
Perjalanan menuju desa-desa yang menjadi wilayah tugasnya sering kali memakan waktu panjang dengan kondisi jalan yang menantang. Tidak jarang Hany harus menghadapi medan berlumpur, tanjakan curam, hingga jalan berbatu. Selain kondisi jalan, faktor cuaca juga kerap menjadi ujian tersendiri.
